
Potensi Pertambangan
Kabupaten Sinjai
- Batu Bara
Batu Bara merupakan bahan galian fosil atau energi, Batubara dibentuk oleh tumbuh-tumbuhan yang hidup pada lingkungan air tawar, umumnya pada daerah tropis.
Singkapan Batubara di Kabupaten Sinjai tersebar tidak teratur. Batubara Sinjai tergolong jenis Lignit yang terendapkan padalingkungan pasang surut purba. Tersebar di 3 (tiga) tempat yang dikenal dengan : Batubara Bulupoddo, Batu bara Cenrana, Batubara Patukku, dan Batubara Pango.
Kelembaban air :8,25 %,
Nilai Kalori : 5000 Kal/gr
Potensi perkiraan : 318.000 Ton.
- Batubara Bulupoddo
Batubara Bulupoddo di Desa Lammati Riattang Kec. Bulupoddo berupa lapisan tipis ( 1 m ) pada batuan formasi walenae, dengan luas penyebaran kurang lebih 125.000 m2,maka cadangan batubaradiperkirakan sebesar 150.000 ton. Dengan hasil kimia batubara Bulupoddo yakni air lembab 14,20%, kadar abu 62,40%, zat terbang 8,70%, belerang 2,10%, fixed karbon 14,70%, nilai kalori 2929,15 Kal / Gr.
- Batu Bara Cenrana
Terletak di Dusun cenrana Desa Lamatti Riaja Kec. Bulupoddo, luas penyebaran batubara ditaksir 1.500.000 m2, dengan tebal rata-rata 0,15 meter sehingga cadangan diperkirakan 270.000 ton. Hasil analisa kimia batubara Cenrana yakni air bebas 25,40%, Belerang 4,60%, dengan kadar kalori 4,125 kal/Gr.
- Batubara Panggo
Batubara Panggo terletak di Desa Kaloling, Kecamatan Sinjai Timur. Endapan batubara ini termasuk kategori ¨Lignit¨ dengan luas penyebaran kurang lebih 500.000 m2 dengan ketebalan antara 15-20 cm atau cadangan batubara diperkirakan mencapai 210.000 ton.
Analisa kimia, batu belerang Panggo termasuk jenis Lignit dengan kandungan belerang berkisar 1,2-4,6%, maka pemanfaatan batubara ini sangat terbatas, yakni untuk pembakaran dalam industri kecil.
- Batubara Bulupattuku
Endapan batubara Bulu Pattuku, secara administratif terletak di Panreng Kelurahan Lamatti Rilau Kec. Sinjai Utara, luas penyebaran kurang lebih 250.000 m2 terdiri dari 4 (empat) lapisan tipis, dengan ketebalan rata-rata 1,06 m terletak di formasi Walanae dengan cadangan diperkirakan 318.000 ton.
- Indikasi Emas
Emas yang terindikasi di Kabupaten Sinjai diduga terbentuk dari hasil Alterasi Hidrotermal pada daerah kontak antara batuan penginduksi (Basal dan Andesit) dab batuan yang di intrusi.
Lokasi bahan tambang ini terdapat di wilayah :
1. Wilayah Tompobulu Kec.Bulupoddo
2. Wilayah Katute Kec. Sinjai Borong
3. Wilayah Pulau Sembilan
Volume / Potensi belum dapat diperkirakan.
- Pasir Besi
Endapan Pasir besi merupakan material hasil erosi batuan gunung berapi (vulkanik) yang bersifat menengah sampai biasa.
Lokasi endapan dimulai dari Biringere, Desa Tongke-tongke hingga dusun Passahakue Desa Pasimarannu Kecamatan Sinjai Timur , kurang lebih sepanjang 3.000 m, lebar pantai 3 meter dan ketebalan 3 mm, maka cadangan diperkirakan endapan pasir besi di daerah sebesar 45,9 ton. Lapisan penutup adalah pasir pantai yang terdiri atas silika dan material organik.
Potensi endapan seluas : 91.63 Ha
Panjang : 3.7 Km
Volume : 291.273.9 Ton
Hasil Analisa Laboratorium
Iron (Fe) : 54,97 %
Iron Trioxide (Fe2o3) : 78,59 %
- Andesit
Sebagai bahan galian bagunan, Andesit, Trakit dan Basal termasuk bahan galian golongan C. Andesit mempunyai kenampakan fisik berwarna abu-abu sampai hitam. Trakit berwarna abu-abu, kompak, porfiritik sedangkan Basal Mempunyai ciri fisik berwarna abu-abu tua, struktur kompak, tekstru afanitik.
Lokasi bahan galian :
- Andesit
Bahan galian ini banyak dijumpai di Kabupaten Sinjai, namun demikian ada 4 (empat) lokasi yang dominan yaitu : Manubu (Ds. Patongko Kec. Sinjai Tengah), Bulu Banyira (Ds. Saotengah Kec. Sinjai Tengah), Bulu Saukang (Ds. Saotanre Kec. Sinjai Tengah), Bulu Bara (Ds. Barambang Kec. Sinjai Borong).
Dengan Potensi sekitar 827.443.300 M3
- Trakit
Bahan galian ini dijumpai di Bulucinaga (Ds. Lamatti Riaja Kec. Bulupoddo), Batutete (Ds. Duampanuae Kec. Bulupoddo), Bulu Kunyi (Ds. Lamatti Riattang Kec. Bulupoddo), Bulu Paria (Ds. Lamatti Riawang Kec. Bulupoddo), Bulu Maroanging (Ds. Polewali Kec. Sinjai).
Dengan Potensi sekitar 103.412.100 M3
- Basal
Bahan galian ini banyak dijumpai di daerah Hoddi (Ds. Palae Kec. Sinjai Selatan dan terus hingga Labettang dan Topangka Kec. Sinjai Tengah), Kasuarang (Ds. Bonto Salama Kec. Sinjai Barat).
Dengan Potensi sekitar 255.493 M3
- Opal
Sebagai bahan galian batu mulia (Precious Stone), Opal di kabupaten Sinjai berwarna Transparan hingga kuning kecoklatan, bahan galian ini tidak mempunyai belahan (Cleavege) namun mempunyai pecahan (fracture), melengkung (conchoidal).
Bahan galian ini banyak dijumpai di Kecamatan Sinjai Borong yakni di kampung Bolalangiri Ds. Bonto katute.
Volume penyebaran bahan galian ini sukar diperhitungkan kerena bersifat fragmen dalam massa tanah lempung.
Volume diperkirakan 291.273,9 Ton
- Granodiorit
Granodiorit merupakan batuan beku pembentukan Kristal mineral relatif sempurna. Batuannya bersifat asam yang mempunyai kekerasan tertinggi dari semua bahan galian.
Bahan galian ini banyak dijumpai dan tersebar di kecamatan Bulupoddo yaitu di Bulu Landari hingga Soppeng di Desa Tompo Bulu. Luas penyebaran dimungkinkan untuk ditambang atau digali sekitar 7.500.000 m2 dan ketebalan rata-rata dihitung 50 m, maka cadangan diperkirakan adalah 375.000.000 m3. Volume penyebaran keseluruhan sebesar 2.563.840.000 M3. Bahan galian ini belum diolah sebagai batu hias dinding maupun lantai.
- Jasperoid
Jasperoid mempunyai warna khas yakni belang merah putih dengan kekerasan lebih dari 7 Skala Mohs.Bahan galian ini ditemukan di bukit sebelah utara Hulu Solo Kasika di Kecamatan Sinjai Selatan. Sumber daya ini diperhitungkan dengan volume tubuh batuan yang muncul diatas permukaan tanah, dengan luas penyebaran kurang lebih 69.930 m2 dengan volume diperkirakan sebesar 3.496.500 m3.
Bahan galian ini layak dimanfaatkan sebagai batu hias tempel seperti marmer.
- Kaolin
Kaolin di Kabupaten Sinjai secara fisik berwarna abu-abu hingga putih, bubuk koalin terasa licin jika digosokkan ditangan. Bahan galian ini merupakan meterial setengah kompak dengan lapisan permukaan yang mengalami pelapukan lemah.Bahan galian Koalin ini dijumpai tersingkap dan tersebar di Kec. Sinjai Borong yakni di kampung Bolalangiri Ds. Bonto Katute.
Volume penyebaran bahan galian ini sebesar 16.474.000 m3
- Belerang
Belerang di Kabupaten Sinjai ditemukan dibagian lereng timur gunung lompobattang, tersingkap pada anak-anak sungai Balanting, Desa Batu Belerang Kec. Sinjai Borong pada ketinggian sekitar 900 m dpl. Endapan belerang ini termasuk berupa hablur pada batuan sekeliling cela, dimana mata air panas keluar (solfatara), tebal endapan belerang ini tipis, berwarna kelabu kekuning-kuningan, kadar belerang rendah, maka endapan belerang tersebut belum tebal.
Sumber daya belerang ini sukar diperhitungkan karena sifatnya hanya menempel pada batuan di danau kawah bukit Borong dengan ketebalan kurang dari 1 mm. Jika dianggap luas permukaan batuan di danau tersebut 300 m2 maka volume belerang diperkirakan 0,3 m3.
Belerang ini belum dikelola untuk keperluan industri rumah tangga dan masyarakat sekitar memanfaatkan air belerang untuk penyembuhan penyakit kulit.
Selain potensi sumber daya mineral yang datanya diperoleh dari laporan penyelidikan Geologi terpadu Kabupaten Sinjai Sulawesi Selatan, juga terdapat sejumlah indikasi potensi sumber daya mineral berupa :
- Potensi Minyak Bumi di Cekungan Teluk Bone (lepas pantai Sinjai)
- Potensi panas bumi (geothermal) di Panggo, desa Kaloling dan Wae PellaE di desa Kampala Kec. Sinjai Timur.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar